Kamu Bisa Disebut Dewasa Jika 6 Kalimat Ini Sudah Terlintas di Benakmu

Dewasa atau belumnya seseorang tak selamanya dapat dilihat dari usianya saja. Banyak orang yang masih muda, akan tetapi sikap dan pola pikirnya telah sama seperti orang dewasa.

Begitu juga sebaliknya, tak jarang orang yang berusia sudah dewasa namun masih saja bersikap layaknya remaja ataupun anak-anak.

Dewasa atau tidaknya seseorang cenderung ditentukan dari kondisi mentalnya. Bagaimana cara dia menjalani hidup dan bagaimana caranya menghadapi situasi.

Jika dulu ketika masih remaja, kamu hanya menghabiskan waktumu untuk menebak-nebak isi pikiran pacarmu. Dia sedang ngapain, ya? Kira-ira dia memiliki perasaan yang sama atau tidak ya?

Saat ini kamu sudah tak memiliki waktu untuk memikirkan hal-hal tersebut. Di kepalamu dipenuhi pertanyaan yang sudah siap kamu pikirkan, tak jarang membuatmu kewalahan.

6 Kalimat Penanda Kamu Sudah Mulai Dewasa

Nah, kali ini admin akan membantu kalian mengenali diri sendiri. Jika kalimat-kalimat dibawah ini pernah terlintas dipikiranmu, mungkin kamu sudah benar-benar dewasa.

1. ”Umur sudah segini, namun perasaan hidupku kok masih gini-gini saja”

Semakin engkau dewasa, semakin sering kamu mengintropeksi diri. Sesekali muncul rasa sesal sebab sekian lama waktu berjalan, namun pencapaian hidupmu masih belum seberapa.

Mungkin sesekali kamu iri dengan kawan-kawanmu yang nampak lebih mentereng. Perasaan minder pasti pernah terlintas dipikiranmu.

Namun kamu tak perlu panik, hal itu wajar, asalkan jangan lama-lama. Kamu harus segera menyusun rencana.

2. ”Sebenarnya apa sih yang sedang aku lakukan?”

Ekpektasimu saat masih remaja ialah, menjadi dewasa berarti pijakanmu telah kokoh. Kamu sudah mengetahui apa yang akan engkau lakukan seumur hidupmu.

Tak ada lagi galau-galau labil, sebab orang dewasa dianggap mengetahui semuanya. Namun, sebenarnya tak begitu juga. Menjadi dewasa, seringkali kamu merasa tersesat serta tak mengetahui apa yang sesungguhnya kamu cari.

3. “Yang kulakukan ini apakah benar atau salah, ya?”

Usai mengambil sikap pada seseorang, atau mengambil keputusan besar, apakah kamu sering kali bertanya apakah kamu telah benar? Itu hal wajar.

Rasa tidak yakin terhadap apa yang kamu lakukan sendiri, bukan pertanda jika kamu kurang percaya diri, namun kamu telah belajar melihat persoalan dari berbagai sisi.

4. Persetan. Biarkan saja, mereka tidak tahu apa-apa.

Dahulu omongan oraang menjadi hal yang paling menakutkan. Untukmu, pendapat orang merupakan hal yang harus dipedulikan sebab kamu ingin selalu disenangi semua orang.

Namun semakin dewasa, kamu juga semakin pandai memilah mana yang tidak penting dan mana yang penting. Tak semua omongan oraang harus didengarkan.

Karena, hidup ini yang menjalani adalah kamu sendiri, dan orang lain tak mengetahui apa-apa.

5. ”Apa sih yang aku harapkan dari pekerjaan ini?”

Dulu saat kamu baru menjadi sarjana, maka pekerjaan apa saja yang kamu lakukan atas nama mencari pengalaman.

Tidak muluk-muluk menginginkan gaji tinggi, yang paling penting cukup membuatmu mandiri dan tak merepotkan orang tua lagi.

Akan tetapi, saat ini kamu sudah mula mempertanyakan apakah kerjamu sudah cukup menjanjikan? Apakah gaji yang diterima sudah layak? Dan adakah jenjang karir yang jelas?

Sederhananya adalah: saat ini kamu mulai memikirkan hari-hari tua dan masa depanmu kelak.

6. Untuk Apa

Jiwa muda masih sering hanya mengikuti kesenangan belaka. Ini dan itu dilakukan semaunya tanpa memikirkan resikonya.

Belanja beberapa baraang yang diinginkan tanpa mengetahui buat apa. Ini dan itu hanya diiyakan agar ikut berpartisipasi.

Akan tetapi, jika saat ini kamu berhenti untuk mengiyakan segala hal dan mulai mempertanyakan semua hal, benar. Kamu telah dewasa. Sebab kamu tak ingin melakukan hal sia-sia.