Jangan Pernah Berhenti Untuk Percaya – Walau Hidup Mulai Tidak Karuan

Jika saja kita mampu memesan takdir kepada Tuhan, pastinya kita ingin meminta agar dibuatkan skenario hidup yang terbaik. Tidak harus bergelimang harta, asalkan tak perlu merasakan pahitnya duka nestapa. Akan tetapi hidup bukanlah skrip sinetron yang dapat kita buat sesuai pesanan. Terkadang semua berjalan sangat luar biasa, dan ada saatnya semua berjalan sangat buruk sehingga membuatmu berpikir untuk mengakhirinya.

Tidak tahu apa yang seeharusnya dilakukan, karena pikiran sudah buntu. Dada terasa sesak, akan tetapi bercerita pada orang lain tidak bisa mengurangi beban. Suka atau tidak suka, cobaan hidup akan selalu ada disetiap langkahmu. Saat semua mulai melaju dengan cepatnya dan tidak terkendali, berhentilah sejenak.

Tarik nafas panjang-panjang, kemudian ingat kembali hidup ini bermula dari siapa.

1. Seringkali hidup terasa sangat salah. Semakin kamu mencoba untuk memperbaikinya justru semakin salah. Akan tetapi jangan merasa gundah, kerena kamu selalu memiliki tempat berkeluh kesah.

Namanya juga hidup, tentunya akan selalu ada momen-momen “Shit Happens”. Terkadang kita melakukan hal yang salah, namun semakin kita berusaha memperbaikinya justru semakin salah. Di momen ini semua yang kamu lakukan seperti tidak pada tempatnya. Seberapa keras kamu berusaha mengendalikan keadaan ini, namun jelujur-jelujur masalah terus terulur.

Satu masalah belum selesai, sudah disusul masalah yang lain. Kamu seakan-akan ditinggalkan sendirian di tengah lapangan luas yang gelap, bersama simpul yang harus engkau urai sendirian. Di tepi rasa putus asamu, gugatan tersebut melayang begitu saja. Apa sih yang telah kamu lakukan hingga hidup terasa sangat kejam?

Namun ingatlah jika segelap apapun jalan yang engkau lewati, sesepi apapun hidup yang engkau rasakan saat ini, kamu tak pernah sendiri. Kamu memiliki Dia. Sang pemilik semua kehidupan yang tidak keberatan mendengar semua keluh kesahmu. Silahkan mengadu, silahkan menangis.

Serukan semua gugatanmu, sampaikan semua kegelisahanmu. Dia akan selalu mendengarkan, dan tidak pernah keberatan walaupun engkau “curhat” hingga berjam-jam lamanya.

2. Coba tengok kembali dalam heningnya jiwamu, Di sana, Tuhan sudah menunggumu dengan rindu. Telah berapa lama engkau tidak pernah menyapa-Nya?

Dia merupakan jawaban dari semua kekacuan langkah yang tiba-tiba kehilangan airah. Dia menjadi tempat semua bermula dan berakhir. Dia merupakan satu-satunya yang senantiasa setia. Sampai sejauh mana engkau pergi meninggalkan-Nya, dia akan tetap berada di sana, yakni menunggumu untuk kembali.

Kamu Tidak perlu berjalan hingga puluhan kilo untuk bisa menemuinya, sebab dia selalu berada di dekatmu. Cobalah ingat-ingat kembali, kapan terakhir kalinya engkau menyapa? Kapan terakhir kali engkau mengobrol dan memiliki quality time bersama dengan-Nya? Mungkin engkau terlalu disibukkan dengan suara hingar bingar kehidupan dunia, sibuk mengejar semua target duniawi sampai lupa kepada Dia yang abadi.

Inilah waktunya untuk engkau bertemu dan melepaskan semua rasa rindu. Tak usah ragu apalagi malu, karena selama ini Dia selalu mengawasimu dari keheningan, serta memaklumi semua kebodohan yang engkau lakukan. Yang pada akhirnya, dia selalu memberimu maaf.

3. Jangan pernah takut untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Karena sesudah usaha yang tidak ada lelahnya, hal terkahir yang dapat kita lakukan cuma meminta.

Kegagalan memang terasa menyakitkan. Kombinasi antara rasa kecewa dengan sedikit rasa tidak berguna membuatmu sangat putus asa. Akan tetapi, seperti itulah hukum dunia. Manusia hanya dapat berencana. Kamu boleh saja berusaha sekuat tenaga, membuat rencana yang sangat sempurna, dan melakukan semuanya untuk menggapai keinginan.

Akan tetapi, sekeras apapun engkau berusaha. Semua hasilnya terletak di ranah yang tak dapat engkau jangkau. Selanjutnya, kita hanya mampu berserah diri. Oleh karena itu kita tidak perlu merasa ragu saat meminta kepada-Nya.

Dan satu-satunya hal yang bisa kita lakukan cuma meminta kepadanya.